JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah berharap, gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 dapat menjadi wadah agar para Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat melakukan variasi produk-produk yang dihasilkan.
Hal tersebut disampaikan Budihardjo saat pembukaan Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa, 5 Mei.
“Kami harapkan Pak Wamen (UMKM) variasi produk. Dari peritel tuh ingin setiap tahun ada inovasi produk baru, kemasan baru, sehingga kami berjualan juga lebih gampang daripada kami impor,” ujar Budihardjo.
Menurut Budihardjo, gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 juga dapat mendukung penguatan program-program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tiga juta rumah.
Dengan demikian, kata Budihardjo, hal tersebut akan menciptakan ekosistem industri di dalam negeri dan para peritel bisa mendapatkan daya beli.
“Daya beli itu sangat penting. Dengan adanya usaha mikro kecil (UMK) naik kelas, akhirnya turis luar negeri akan datang karena produk-produk kami bagus,” katanya.
Adapun kegiatan Inabuyer B2B2G Expo 2026 resmi digelar mulai hari ini, Selasa, 5 Mei 2026.
Ini merupakan gelaran Inabuyer keempat setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada 23–25 Juli 2025.
Diketahui, Kementerian Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan pameran Inabuyer B2B2G Expo 2026 pada 5–7 Mei.
Pameran tersebut memberikan kesempatan UMKM untuk memperluas pasar dan menaikkan kelas dari produknya.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menargetkan, nilai transaksi Inabuyer B2B2G Expo 2026 mencapai Rp2,5 triliun, naik signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Helvi menyampaikan, potensi pasar bagi pelaku UMKM sangat terbuka lebar, terutama melalui komitmen belanja pemerintah.
Sesuai regulasi, terdapat alokasi minimal 40 persen atau sekitar Rp400 triliun dari belanja negara yang dikhususkan untuk produk UMKM.
“Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya,” ujar Helvi kepada wartawan di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa, 5 Mei.
Dia menambahkan, target ini tidak hanya menyasar belanja pemerintah melalui LKPP, tetapi juga melibatkan peran sektor swasta, mulai dari pemilik gerai ritel hingga pengusaha yang menggunakan produk UMKM secara langsung.
source: https://voi.id/ekonomi/573909/inabuyer-2026-diharapkan-jadi-wadah-inovasi-produk-umkm-agar-peritel-tak-impor